Minggu, 04 Februari 2018

Uniknya Dusun Sambas di Desa Kelbung



(Foto: Warga Sambas)

Di desa Kelbung, terdapat sebuah dusun yang bernama dusun Sambas. Penduduk di dusun Sambas merupakan masyarakat pendatang dari kota Sambas, Kalimantan Barat. Mereka adalah pengungsi yang mengalami konflik di Sambas.

Konflik di Sambas ini terjadi pada tahun 1999. Kejadian tersebut melibatkan konflik antara tiga suku yakni Melayu, Madura, dan Dayak. Setelah konflik mereda, pasukan TNI datang ke kota Sambas kemudian membawa warga untuk diungsikan ke Pontianak. Sesampainya di Pontianak, kemudian dikembalikan ke daerah asal masing-masing. Pengungsi yang berasal dari Madura ditampung ke dinas kependudukan Bangkalan, kemudian oleh bupati Bangkalan diberikan bantuan permukiman di desa Kelbung yang saat itu masih masuk dalam kawasan dusun Pangloros.

Karena merupakan dusun pendatang, terdapat pengaruh budaya yang dibawa oleh masyarakat Sambas, yaitu beberapa bentuk rumah. Pada beberapa rumah, ditemui  rumah adat asal Kalimantan yang disebut rumah panggung. Rumah panggung ini berbentuk seperti panggung. Setiap rumah terdapat sebuah ruang seperti panggung di bawah alas rumahnya. Ruang ini berguna sebagai tempat menyimpan kayu bakar.


Selain terkenal sebagai dusun yang unik karena produk tali agel dan beberapa rumah panggungnya, di dusun Sambas juga terdapat sebuah waduk buatan yang mampu menarik perhatian para pengunjung dusun pendatang ini. Waduk ini merupakan  bantuan dari wisatawan asing yang sedang berkunjung ke pengerajin rajutan tali agel. Wisatawan asing tersebut berasal dari Kanada. Bantuan tersebut diberikan kepada warga Sambas salah satunya untuk membantu warga dalam memperoleh air bersih, mengingat sulitnya sumber mata air di dusun tersebut. Selain itu, warga juga sering menggunakan waduk tersebut untuk tempat mencuci juga anak-anak berenang.


0 komentar:

Posting Komentar