Jumat, 02 Februari 2018

Tentang Dusun Temaah dan Sejarah To Poon



(Foto: to poon di dusun Temaah, desa Kelbung)


Sebuah dusun terbentuk melalui proses panjang dalam sejarah. Proses tersebut dapat berupa kejadian atau peristiwa secara kronologis, seperti halnya cerita tentang asal-usul nama dusun Temaah. Berdasarkan penelusuran kepada warga sekitar, didapat sejarah dusun Temaah, sebagai berikut.

Dusun Temaah sebagai salah satu dusun yang terletak di desa Kelbung, kabupaten Bangkalan, awal mulanya tidak bernama Temaah, melainkan bernama Batu Poon, atau dalam bahasa Madura “to poon”. Nama Batu Poon didasarkan pada kondisi alam setempat yang saat itu terdapat sebuah batu besar dan pohon Nangger yang sangat tinggi dan besar. 

Konon, dahulu ada elang yang tinggal di atas pohon Nagger. Elang ini sering membawa ikan yang diambil dari laut kemudian dibawa ke sarangnya di atas pohon (pohon dalam bahasa Madura adalah poon). Masyarakat yang melintas di sekitar pohon sering menemukan ikan yang masih hidup di bawah pohon tersebut. Oleh warga sekitar, ikan tersebut diambil dan dijadikan bahan pangan. Oleh karena itu, dahulu desa ini dinamakan To Poon atau "Batu Pohon". Nama desa ini berubah sejak pemerintah setempat memberikan nama lain, yakni Temaah.

Kendati mengalami perubahan nama, situs bersejarah Batu Poon masih terjaga dengan baik. Situs tersebut dapat dikunjungi di dusun Temaah, dalam bentuk sumber mata air. Tanpa dipungut biaya, sebagaimana situs peninggalan sejarah di tempat lainnya, orang-orang di luar desa Kelbung dapat menyaksikan to poon, dan menikmati airnya yang jernih.


0 komentar:

Posting Komentar