Minggu, 28 Januari 2018

Terkendala Alat Produksi Kripik Singkong, Mahasiswa Trunojoyo Berkoordinasi dengan Kepala Desa Kelbung



(Foto: Pelatihan Kripik Singkong)


Kuliah Kerja Nyata Kelompok 30, Universitas Trunojoyo Madura, mengadakan pelatihan pembuatan kripik singkong di desa Kelbung, kecamatan Sepulu, kabupaten Bangkalan. Dimulai sekitar pukul 08.00 hingga 10.00, pelatihan ini berhasil dilaksanakan di rumah kepala desa bapak Muhammad Isni, dihadiri oleh 11 warga dusun Sibalan.

“Ini merupakan salah satu wujud sumbasih kami kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan kripik Singkong beserta proses pemasarannya,” ucap koordinator desa, Muhammad Rezal Wira Fiqri. Lebih lanjut mahasiswa asal Gresik itu menjelaskan materi pelatihan kali ini, yakni proses pembuatan kripik Singkong dan pemasaran lewat media massa.

“Kami di sini belajar berbagi kepada masyarakat terkait proses pembuatan kripik Singkong, mulai dari pengupasan kulit, pencucian, pemotongan, penggorengan, pemberian bumbu, hingga pengemasan,” tambahnya.

Adapun kendala teknis pelatihan ini adalah kurangnya peralatan yang memadai. “Masyarakat Kelbung belum punya alat pemotong Singkong, alat peniris minyak setelah kripik digoreng, dan alat pengemas makanan. Ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi masyarakat, karena untuk sementara ini kami yang menyediakan peralatan produksi kripik Singkong ini,” ujar Fahmi, salah satu pelatih program kerja ini.

Kendati demikian, mahasiswa KKN Kelompok 30 masih dalam tahap koordinasi dengan bapak kepala desa Isni terkait alat produksi, agar kripik Singkong ini tetap diproduksi ketika para peserta KKN sudah menyelesaikan kewajiban di desa Kelbung.



0 komentar:

Posting Komentar