Selasa, 30 Januari 2018

Kondisi Demografi Desa Kelbung



(Ilustrasi: Kondisi Demografi)
  
Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Jumlah penduduk di desa Kelbung sebagian besar bekerja sebagai petani, sedangkan sebagian yang lain bekerja sebagai TKI atau merantau ke luar kota, peternak sapi, penambang batu, PNS, dan pengrajin kerajinan tangan tali agel. Para petani di desa Kelbung menanam padi saat musim hujan. Sementara saat musim kemarau memilih untuk mengembara hewan ternaknya. Penduduk desa yang bekerja sebagai penambang batu merupakan pendudukan yang tinggal di dusun Sambas, dan yang bekerja sebagai pengrajin kerajinan tangan tali agel merupakan penduduk di dusun Sambas. 



(Foto: Masjid di Dusun Temaah)

Agama

Mayoritas penduduk desa Kelbung memeluk Agama Islam. Hal ini tertuang dalam slogan “desa Kelbung desa Dzikir dan Sholawat”. Dalam kenyatannya masyarakat desa Kelbung sangat menjunjung tinggi nilai religiusitas, terlihat bahwa di setiap rumah terdapat musala/surau, setiap hari Jumat dilakukan pengajian rutin oleh ibu-ibu. Selain itu, juga banyak berdiri pondok pesantren di desa Kelbung sebagai bentuk penanggulangan atau pengentasan kebodohan dan perbaikan akhlak, sehingga diharapkan slogan desa Kelbung benar-benar terwujud dan warga masyarakat benar-benar memiliki akhlakul karimah.



(Foto: Seorang Ibu Mencangkul Sawah di Dusun Temaah)


Pertanian dan Pengolahan Lahan

Masyarakat desa Kelbung sangat bergantung hidupnya dengan turunnya air hujan. Petani di desa Kelbung membajak lahan persawahan saat musim penghujan. Tanaman yang ditanam biasanya padi, jagung, dan kacang hijau. Sedangkan, saat musim kemarau petani tidak membajak sawah melainkan menanam singkong, pisang, atau ubi jalar. Ketiga jenis tanaman ini bukan merupakan penghasilan pokok petani saat musim kemarau, melainkan tanaman tersebut sebagai pelengkap kebutuhan sehari-hari. Kegiatan lain yang dilakukan petani saat musim kemarau, yaitu beternak dan memotong rumput.




(Foto: Siswa-siswi SDN 2 Kelbung)


Pendidikan 

Penduduk desa Kelbung memiliki tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan cukup tinggi, hal ini terbukti dengan antusias anak Kelbung dalam menuntut ilmu. Anak-anak di desa Kelbung setelah pulang dari sekolah dasar, melanjutkan belajarnya ke madrasah. Saat menjelang malam anak-anak pergi mengaji di musala/masjid. Lembaga pendidikan yang ada di desa terdiri atas empat lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), empat lembaga pendidikan sekolah dasar (SD), satu lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan dua pondok pesantren.



(Foto: Puskesdes di dusun Longkak)


Kesehatan

Ditinjau dari aspek kesehatan, desa Kelbung termasuk desa siaga, dimana penduduknya memiliki kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri. Terdapat beberapa kriteria dapat dikatakan desa siaga diantaranya; memiliki 1 orang tenaga bidan yang menetap di desa, memiliki minimal 1 bangunan pos kesehatan desa (Poskesdes) beserta perlengkapannya. Kedua kriteria ini telah dimilik oleh desa Kelbung. Sikap siaga masyarakat akan kesehatan, berdampak positif pada statistik kesehatan masyarakat, salah satunya yaitu meningkatnya angka kelahiran dibandingkan angka kematian. Pada tahun 2017 angka kelahiran mencapai 95,7%. Kegiatan yang dilakukan di desa yaitu Posyandu, Imunisasi, serta penyuluhan.

0 komentar:

Posting Komentar