Rabu, 31 Januari 2018

Kisah Menarik Tentang Kelbung, Dari Benda Fisik Hingga Benda Gaib



(Foto: Alquran dan Keris Peninggalan Leluhur Kelbung)
Desa Kelbung yang terletak di daerah pegunungan memiliki banyak cerita menarik, khususnya terkait benda-benda peninggalan nenek moyang. Berdasarkan penuturan seorang warga, benda peninggalan tersebut ada yang dapat dilihat dengan mata telanjang, namun ada yang tidak bisa dilihat (hanya orang tertentu saja yang dapat melihatnya). Berikut merupakan penuturan warga terkait benda-benda itu.

Menurut bapak Amri, salah satu benda peninggalan yang terdapat di Kelbung adalah kitab suci Alquran miliknya. Kitab tersebut berukuran lebih besar daripada Alquran pada umumnya. Jika ditelusuri lebih dekat, kertas kitab tampak jelas dengan huruf yang masih bisa dibaca. Berdasarkan narasumber, kitab tersebut ditulis tangan secara langsung menggunakan tinta. Kertas Alquran itu juga terbuat dari jerami.

Walaupun beberapa kertas telah lepas dari benang jahitan kitab, kini, Januari 2018, kondisi Alquran tersebut masih dapat dibaca. Bapak Amri merawat kitab suci tersebut yakni membungkusnya dengan kain putih. Beliau juga berkata bahwa Alquran itu setiap hari dibaca.

Adapun selain Alquran, bapak Amri juga memiliki peninggalan lain, yakni keris. Menurut penuturan beliau, keris ini dahulu mengandung kekuatan gaib. Namun, kini kekuatan gaib itu hilang. Beliau berkata bahwa kini tidak lagi “memandikan” keris sebagaimana dahulu. Keris tersebut hanya dicuci sebagaimana benda-benda peninggalan lainnya.

Berbeda halnya dengan bapak Amri, menurut penuturan ustaz Mahsum, sebenarnya banyak benda peninggalan di Kelbung selain keris dan Alquran. Beliau menyebutkan beberapa di antaranya peralatan dapur (mangkok, piring, gelas) yang dulunya ada di lapangan, tapi sekarang sudah disimpan dan yang menyimpannya tersebut belum diketahui siapakah orangnya.

Selain peralatan dapur, ustaz Mahsum juga menyebutkan benda peninggalan tak kasat mata lainnya, yaitu mustika yang terbuat dari biji buah kelor. Mustika tersebut, menurut beliau, disimpan di tempat tersembunyi dan tidak ada yang tahu karena sejenis benda gaib. Selain itu, juga ada mustika merah delima, yang apabila dicelupkan ke dalam air, maka air tersebut akan berubah warna menjadi merah.

Selain mustika, benda peninggalan gaib lainnya yakni cambuk yang terbuat dari “besi ular”. Tidak ada penjelasan lebih lanjut terkait dengan cambuk ini. Ustaz Mahsum, lebih lanjut, menjelaskan tentang benda peninggalan lain, yakni tombak. Konon, tombak ini dibuat oleh seorang kyai bernama kyai Bakir. Benda tersebut disimpan di dalam kuburan. Siapapun dapat mengambilnya dengan syarat bertapa dan berpuasa selama 41 malam. Telah banyak warga yang mencobanya, tapi rata-rata tidak mampu. Tidak ada satu pun yang berhasil.

Selain peninggalan benda-benda, ustaz Mahsum juga mengatakan sering terjadi kejadian aneh di desa Kelbung. Salah satunya, yakni kuburan yang dapat bersinar hingga menembus langit ke-7. Tidak ada bukti ilmiah terkait hal ini. Namun, kepercayaan ini masih melekat kuat di benak masyarakat desa Kelbung.


0 komentar:

Posting Komentar