Kamis, 25 Januari 2018

KERAJINAN TAS BAHAN BAKU TALI AGEL


Asli Madura, Kerajinan Tangan ini Populer di Mancanegara




Berbicara Madura, kebanyakan orang pasti hanya mengenal aksesori seperti miniatur celurit dan baju Sakera. Namun, jika Anda pergi ke dusun Sambas, desa Kelbung, kecamatan Sepulu, kabupaten Bangkalan, maka akan menemukan satu kerajinan khas yang telah mendunia, yakni kerajinan tangan dari Daun Agel.

Daun Agel sendiri tumbuh subur di Kecamatan Kokop, Bangkalan. Siapa sangka, daun ini dikemudian hari menjadi komoditas utama masyarakat Sambas. Hal itu berlangsung sejak pertemuan antara warga Sambas dengan seorang turis asal Filipina sekitar tahun 2001. Pertemuan tersebut berlanjut pada suatu tawaran menarik untuk bekerja sama dengan Yayasan Pondok Kasih, Surabaya.

Bentuk kerja sama itu kini menuai hasil. Daun Agel yang tumbuh subur di daerah Kokop dikelola oleh warga sekitar untuk dipilin menjadi tali memanjang. Jika konsumen meminta produk berwarna, maka tali akan disetorkan terlebih dahulu ke yayasan untuk proses pewarnaan dan penghilangan bau. Setelah itu, tali tersebut diproses di daerah Sambas, untuk dibentuk menjadi aksesori sesuai pesanan, mulai dari tas, vas bunga, gelang, dan tempat tisu. Pada tahap akhir seperti pemberian resleting, bahan-bahan akan dikirim ke pihak yayasan, untuk kemudian dikelola pada proses finishing, dan diekspor ke mancanegara.

“Dikirim ke Amerika, Australia, Swiss, dan masih banyak lagi,” tutur ibu Hamida, ketua produksi kerajinan warga Sambas ini. Lebih lanjut, beliau mengatakan kini terdapat 1000 pesanan tas dari Daun Agel untuk dikirim ke Jepang pada 9 Februari 2018.  “Produksi dimulai sekitar bulan Oktober 2017. Direncanakan rampung pada Februari nanti,” pungkasnya.

Berbagai pelatihan telah dilaksanakan, baik oleh pihak Yayasan Pondok Kasih Surabaya, maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangkalan. Sayangnya, kerajinan tali Agel ini mendapat tantangan pada tahap pemasaran di daerah. Hal itu tentunya menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pihak stake holder yang bersangkutan agar semakin mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya warga pendatang dari Kalimantan Barat ini, sebagaimana tertulis pada katalog Yayasan Pondok Kasih, “Our hope is to aid in the creation of dignified and sustainable jobs that will break the cyle of poverty in families and communities around Indonesia.”


*Tulisan ini juga dimuat di halaman koran Surya dengan judul "Orang Jepang Pilih Agel Madura". Berikut link http://surabaya.tribunnews.com/2018/02/02/orang-jepang-pilih-agel-madura

8 komentar:

  1. boleh mnta tolong contaknyaaa, mau pesen tas dari agell

    BalasHapus
  2. Bisa minta kontak suplier tali agel ? Saya butuh banyak dan rutin tali agel..

    BalasHapus
  3. Saya butuh tali agel partai besar.. Boleh minta contak
    Ini contak saya 085877038199

    BalasHapus
  4. Saya butuh tali agel partai besar.. Boleh minta contak
    Ini contak saya 085877038199

    BalasHapus
  5. Boleh gak dateng ke sana buat tugas kuliah

    BalasHapus
  6. Sabutuh tali Agel cukup banyak dan model model Tas nya cal WA 081231631811

    BalasHapus
  7. Yg butuh tali agel stok skala banyak silahkan hubungi no 083852526600

    BalasHapus